Ketika Anda membuat sebuah website atau blog, maka yang harus dipikirkan adalah bagaimana mengisi konten dari website atau blog. Ada banyak cara tentang bagaimana konten website dibuat dan dikelola:
Self-generated content
Pengelolaan website dengan cara seperti ini akan memerlukan tenaga yang cukup besar, karena isi website dikelola oleh kita sendiri atau bisa juga dengan cara membayar pegawai untuk mengisi konten yang ada di website yang dibuat, sehingga untuk mengisi konten yang betul-betul asli (bukan hasil copy paste) akan memerlukan waktu dan pikiran. Semakin banyak content yang ingin dimasukkan, maka semakin banyak waktu dan tenaga yang diperlukan. Keunggulan dari cara ini adalah kita bisa mengatur aturan dan standar konten yang diisi ke dalam website.
Auto-generated content
Dengan cara ini maka content yang ada di blog akan otomatis diperbaharui oleh script-script tertentu yang dibuat khusus untuk membuat data-data yang biasanya disambungkan ke program afiliasi. Dengan cara ini pemilik website tidak perlu bersusah payah karena ribuan atau jutaan posting secara otomatis akan digenerate dan dientry oleh program. Namun cara seperti ini akan membuat website akan tampak janggal karena biasanya content yang dihasilkan oleh script komputer bersifat kaku sehingga terkadang kalau dibaca akan menjadi tidak nyambung. Cara-cara seperti ini sering digunakan oleh webmaster yang ikut program afiliasi agar mendapatkan keuntungan banyak dari iklan yang disisipkan ke dalam content. Cara seperti ini akan menyebabkan banyak data sampah di Internet.
User-generated content
Digg, Weblogs, Inc, Lintasberita, Kaskus, Youtube adalah jenis website yang content di dalamnya digenerate oleh user. User menjadi anggota dan menulis atau mengisi content di situ. Cara seperti ini lebih banyak berhasil, karena selain menghasilkan sebuah komunitas, hal ini boleh dikatakan sebagai “memperoleh artikel tanpa perlu membayar si penulis”, walaupun banyak juga penyedia layanan website yang memberikan fasilitas revenue sharing (bagi hasil) apabila artikel tertentu dilihat sebanyak sekian kali sehingga uang dari pengiklan dibagi antara pemilik website maupun penulis artikel, misalnya seperti Metacafe dan Youtube. Dengan cara seperti ini, kita cukup menyediakan tenaga untuk merawat CMS (Content Management System) dan melakukan pengawasan terhadap konten yang diposting.
Pemilihan cara-cara tersebut di atas saya kembalikan berdasarkan kebutuhan maupun tujuan dari pembuatan website. Namun alangkah senangnya saya apabila sebuah website diisi dengan konten original, bukan hasil copy-paste. Blog saya ini termasuk self-generated content karena website ini adalah tempat saya menulis ide atau tulisan berdasarkan apa yang melintas di otak saya.


0 komentar:
Posting Komentar